Hello, it’s me!

An extrovert grown up girl from a small city into a big world. I like things that relate to books, beauty, travel, and technologies. I share you here about my experiences, reviews, and self improvement. Enjoy my blog!
Inas

What Read Next

Hutan Pohon Pelangi (Hutan Pohon Warna Warni), Bondowoso

Unnamed Road, 2232+8WW, Suko Arah, Sumberwringin, Bondowoso Regency, East Java 68287, Indonesia
Hutan Pohon Pelangi (Hutan Warna-Warni), Bondowoso

Halo! Setelah setahun nggak pernah posting di blog, aku mau membuka tahun ini dengan cerita-ceritaku di tahun 2023. Walau bukan terhitung awal tahun, bahkan masuk ke pertengahan tahun, ya, karena post ini dibuat di bulan Juni 😄

Post kali ini aku mau bercerita tentang jalan-jalan ke hutan. Tahun lalu aku menjelajah alam berdua dengan temanku, Ayu. Kita pilih destinasi yang jalurnya nggak begitu rumit dan pilihan kami jatuh pada Hutan Pohon Pelangi. Hutan ini sederhananya kita sebut Hutan Warna-Warni karena batangnya yang berwarna.

Aku dan Ayu memulai perjalanan sekitar jam 7 pagi menggunakan motor. Jarak dari kota lumayan jauh untuk ukuran Bondowoso, sekitar 29KM dari pusat kota (patokan Alun-Alun Bondowoso) dan waktu tempuh 1,5 jam. Meskipun memakan waktu agak lama, menurutku perjalanannya nggak begitu melelahkan. Jalanan mulus dan nggak macet.

Begitu sampai di Hutan Warna-Warni, aku merasa tempatnya agak berbeda dari yang kulihat di internet. Kukira hutan ini benar-benar 'hutan' yang rindang, banyak pepohonan, bisa dijelajah, dan bikin tersesat. Kalau nggak tahu arah ya jelas akan tersesat tapi nggak sampai seperti di film Sherina karena berjalan jauh sedikit sudah akan bertemu rumah warga. Tentu, tentu tempatnya rindang dan banyak pepohonan. Tapi, beberapa pohon saja yang memiliki batang warna-warni, yaitu pohon yang terletak di bagian depan. Selebihnya, pohon-pohon di hutan bagian dalam sama seperti pohon di hutan pada umumnya; berbatang cokelat tua, berlumut, memiliki jamur. 

Ukuran Pohon Warna-Warni yang Lebar dan Tinggi dari pohon umumnya

Pohon dengan batang berwarna ini nggak murni tumbuh dari pohon layaknya proses warna kelopak pada bunga mawar, melainkan dari proses oksidasi antara kambium dengan oksigen. Jadi, ketika kambium mengelupas dan bereaksi dengan oksigen, muncullah warna gradasi pada batang pohon. Berdasar artikel yang kubaca di travelingyuk, pohon ini juga bisa mencapai tinggi sekitar 20meter dengan diameter 80-120cm. 


Gradasi warna pada pohon


Saat kita datang, ada grup wisata yang sedang mengantri untuk berfoto dengan pohon warna-warni. Sambil menunggu, aku dan Ayu masuk ke dalam hutam. Kita ditemani dengan dua gadis kecil yang kebetulan juga sedang bermain di sana. Di bagian dalam, aku baru merasa seperti di hutan. Ada banyak suara serangga dan melihat beberapa tumbuhan seperti jamur, lumut yang memenuhi batang kayu, serta pohon-pohon menjulang tinggi.


Momen tangan digigit serangga saat berfoto di batang pohon

Dua gadis kecil yang menemani kami menjelajah hutan warn-warni


Hutan di bagian yang tak terlalu dalam

Barisan jamur pada dahan pohon

Tangkapan gambar lebih dekat ini bikin aku amazed 😆

Dua gadis kecil mengajak kami masuk lebih dalam lagi sampai kami menemukan rimbunan bambu. Di area ini lumayan agak horor jika didatangi hanya dua orang seperti kami karena tempatnya lebih gelap, lebih lembab, dan lebih senyap dari tempat sebelumnya. Kami mencoba beristirahat sejenak di batang bambu yang sepertinya tumbang atau entah dipotong. Sesekali ada warga yang keluar dari hutan bagian dalam dan melalui kami. Kata dua gadis kecil, warga sekitar suka mengambil kayu dan bambu di daerah sini.

Jalur menuju rimbunan bambu


Rimbunan bambu

Ayu di area masuk rerimbunan bambu

Potongan batang bambu yang ternyata lembab dan bikin celana basah

Dirasa cukup, kami pun kembali ke jalur masuk yang kami lalui tadi dan berfoto dengan pohon warna-warni. Ada rombongan baru yang datang bertepatan dengan langit yang mulai mendung. Seorang bapak-bapak yang sepertinya bertugas memperingatkan kami untuk segera pulang karena akan berbahaya jika masih di arean hutan saat hari mendung dan hujan.

Pesan yang perlu diingat dari perjalanan ini:

1. Saat menduduki sesuatu yang ada di dalam hutan, perhatikan dulu benda tersebut. Jangan kaya aku yang asal duduk di batang pohon dan nggak ngeh ternyata ada banyak semut dan serangga di sana. Baru sadar pas tanganku digigit entah semut atau serangga. Tanganku jadi panas dalam beberapa hari kedepan. Tapi, untung area yang digigit kecil dan reda setelah seminggu.

2. Masih berkaitan dengan poin satu. Please be aware. Jangan asal duduk di batang bambu yang sudah terpotong kalau nggak mau celana basah 🥲

3. Ikuti kata-kata petugas penjaga selama itu untuk kebaikan. Petugas penjaga lebih paham mengenai kondisi wisata yang sedang kita kunjungi. Apalagi berkaitan dengan wisata alam yang memiliki lebih banyak kemungkinan risiko dibanding wisata buatan.

Sampai jumpa di cerita jalan-jalan berikutnya!

Xoxo, Inas from Hutan Pohon Pelangi


Comments

Contact Form

Name

Email *

Message *