Lagi Probation : Menikmati Perjalanan Mencari Kerja - Samuel Ray

(Sumber: fimela.com)

Lagi Probation : Menikmati Perjalanan Mencari Kerja
Penulis: Samuel Ray
Genre: Nonfiksi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tanggal terbit: 17 Februari 2020
Jumlah halaman: 260 halaman
ISBN: 9786020638300
Harga: Rp78.400 - Rp98.000

***


Menjelang kelulusan yudisium, aku diamanahi temanku untuk membeli buku. Buku ini disumbangkan ke perpustakaan kampus sebagai syarat kelulusan yudisium. Temanku memilih buku berjudul "Lagi Probation : Perjalanan Mencari Kerja."

Buku ini ditulis oleh Samuel Ray. For your information, Samuel Ray adalah seseorang yang bekerja sebagai human resource. Simpelnya, Samuel Ray, atau yang biasa dipanggil dengan Ko Sam ini terbiasa untuk berkutat dengan sumber daya manusia di suatu perusahaan. Salah satunya yaitu meng-hire karyawan.

Melalui pengalaman hidupnya, Ko Sam ingin membagikan sebagian kisah hidupnya dalam mencari pekerjaan. Buku ini dimulai dengan menceritakan masa kecil Ko Sam yang terlahir dari keluarga yang taat beribadah dan bisa dibilang strict. Ko Sam tumbuh menjadi anak yang dididik bahwa hidup itu ada di antara kebaikan dan keburukan. Kalau hitam ya hitam, kalau putih ya putih.

Namun, persepsi tentang hidup yang selalu berada antara hitam dan putih itu kemudian berubah. Ketika Ko Sam berkesempatan untuk exchange ke luar negeri, Ko Sam memahami bahwa hidup ini terkadang memiliki warna abu-abu. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Perbedaan budaya dan beragam orang yang Ko Sam temui selama exchange benar-benar mengubah hidupnya. Ko Sam pun sempat bekerja sebagai part-timer ketika exchange ke Jepang. Ko Sam ingin menambah uang jajan dengan hasil jerih payahnya sendiri.

Keseluruhan buku ini tentu saja sesuai dengan judulnya, yaitu tentang pengalaman Ko Sam dalam mendapatkan kerja, motivasi untuk bekerja, dan memberikan semangat kepada para pencari kerja. Berikut kutipan dari buku "Lagi Probation" yang aku ingat dan aku catat:

Jangan salahkan orangtua dan pola asuh mereka atas hidupmu yang biasa-biasa saja hari ini. Hidupmu adalah tanggung jawabmu sendiri

Bagian ini mungkin relate ke banyak orang. Aku setuju sama statement ini. Kalau saat ini kita sedang hidup biasa-biasa saja, banyak mimpi yang belum tercapai, jangan sampai kita menyalahkan orang tua dengan alasan: "Aku seperti ini karena orangtuaku salah ngasuh aku dari kecil. Aku nggak boleh ini, nggak boleh itu. Sekarang hidupku jadi gini-gini aja."

That's wrong. Kamu nggak bisa menyalahkan kedua orangtuamu. Kamulah yang harus mengintrospeksi dirimu, karena kamu nggak mengejar mimpi-mimpimu dalam segala keterbatasanmu. Hidupmu ya milikmu, bukan milik orangtuamu. 

Iya, iya, mungkin ada banyak pola asuh orangtua kita yang salah dan kurang sesuai dengan kita di masa kecil. Tapi, ingat. Kita tumbuh semakin dewasa. Kita bisa memutuskan apa yang terbaik untuk diri kita. So, kalau punya mimpi, terus kejar sampai akhirnya kita bisa buktikan ke orangtua dan bikin mereka bahagia atas pencapaian kita.

Contohnya perjuangan Suga dan Jimin BTS. Suga rela menggunakan uang kuliahnya untuk menjadi trainee di BigHit Entertainment. Sebuah agensi kecil dan tidak bergengsi pada tahun pertama didirikan. Suga nggak bilang ke orangtuanya karena ia tahu bahwa ibunya pasti tidak akan setuju kalau Suga menjadi trainee.

Mirip dengan Suga, Jimin tidak diberi izin untuk menjadi trainee oleh ayahnya. Namun, Jimin bersikeras untuk membuktikan bahwa ia mampu mewujudkan mimpinya untuk menjadi penyanyi. Kini, semuanya terbayarkan. BTS menjadi grup idol Korean Pop yang terkenal di manca negara.

Misalkan Suga dan Jimin nggak nekat menjadi trainee karena kedua orangtua mereka nggak percaya akan kemampuan anak-anak mereka, apakah Suga dan Jimin tetap akan dikenal seperti sekarang?

Berkarirlah dengan tujuan. At least, berhenti nyusahin orang

Terkadang kita merasa nyaman ketika lulus dan orangtua berkata, "Nggak apa-apa kamu belum dapat kerja. Ayah sama Ibu masih mampu untuk ngebiayain kamu, kok." Hal seperti ini mungkin berlaku bagi kamu yang terlahir di keluarga mampu.

Tapi, ingat. Orangtua kita akan semakin tua dan nggak selamanya bisa mengurus kita. Jadi, carilah pekerjaan dengan tujuan tertentu. Semisal, bekerja untuk beli rumah, bekerja supaya bisa mentraktir Ayah dan Ibu makanan enak, dan sebagainya.

Kalau belum bisa menemukan alasan kuat untuk berkarir, ya... seenggaknya kita berhenti untuk nyusahin orang (-tua kita).

Saat bermimpi, bersiaplah juga untuk menghadapi realitas 

Saat bermimpi, bersiaplah juga untuk menghadapi realitas bahwa:
  1. Lamaran kamu bisa ditolak
  2. Perusahaan impian nggak seindah bayangmu
  3. Bos ternyata nggak sesuai harapan

***


Ketiga kutipan di atas sempat aku catat karena relate dengan diriku yang berstatus sedang mencari pekerjaan. Tentunya, sebagai pencari kerja, kita ingin bekerja di perusahaan dan posisi yang kita inginkan. Tapi, balik lagi ke kenyataan. Mencari pekerjaan nggak semudah membalikkan telapak tangan.

All we need is stop being so picky

"Aku nggak mau kerja di perusahaan itu karena bukan perusahaan impianku."

Di dalam buku Lagi Probation, Ko Sam nyeritain tentang hidupnya dulu ketika masih ngontrak. Ko Sam saat itu masih kecil. Ia punya tetangga laki-laki yang baru lulus kuliah dan masih pengangguran. Di saat itu juga, Ayah Ko Sam baru memulai bisnis kerajinan dari kayu.

Tetangga ini (Panggil saja Mas) sering beli mie instan di warung dekat kontrakan Ko Sam. Karena sering melewati rumah Ko Sam ketika membeli mie, Mas ini pun ditawari pekerjaan oleh Ayah Ko Sam sebagai pengrajin di bengkel tempat pengolahan kayu.

"Nggak dulu, Pak. Saya nggak bisa kalau bikin-bikin kaya gitu," tolak si Mas. Ayah Ko Sam bilang, kerjanya gampang. Nanti akan dilatih dan pasti bisa. Tapi, si Mas ini tetap menolak.

Beberapa waktu kemudian, Ko Sam dan keluarga pun pindah tempat tinggal. Bisnis kerajinan kayu Ayah Ko Sam berkembang dengan baik. Beberapa tahun kemudian, Ko Sam mencoba berkunjung ke daerah kontrakan yang ditinggali Ko Sam ketika masih kecil. Dan, Ko Sam melihat tetangga yang pernah ditawari Ayahnya untuk bekerja menjadi pengrajin kayu, masih menjadi pengangguran. Sibuk nongkrong dengan teman-temannya dan menyantap mie instan.

Setelah membaca buku ini, aku benar-benar mencoba untuk menerapkan beberapa poin yang Ko Sam tuliskan. Seperti, tidak terlalu muluk-muluk ingin kerja di perusahaan impian, berani untuk mengambil tantangan, dan masih banyak lagi.

Bahasa penulisan yang digunakan Ko Sam merupakan bahasa non-formal yang terkesan santai, layaknya teman mengobrol dengan teman. Ko Sam menggunakan kata 'lo-gue' supaya friendly dan nggak membuat kita bosan untuk membacanya.

Bukunya juga full color dan ada ilustrasi untuk medukung tulisan dari Ko Sam. Ada beberapa tips mengenai wawancara, CV, dan pertanyaan-pertanyaan untuk memahami diri kita lebih jauh.

Overall, buku ini cocok untuk dijadikan motivasi bagi para pencari kerja yang belum mendapatkan pekerjaa supaya tetap terus semangat dalam memperoleh karir. 

Comments

  1. Kayaknya cocok sama aku nih, supaya aku semangat terus mencari pekerjaan yang cocok dan pas hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

back to top