China Town, Bandung



China, Town, Bandung merupakan salah satu daftar destinasi yang bisa kamu kunjungi ketika jalan-jalan ke Bandung. Waktu aku mengunjungi tempat ini, aku tidak langsung menyadari letak China Town karena bangunan luarnya mirip seperti tempat ibadah klenteng. Lahan parkir China Town bisa dibilang cukup terbatas sehingga aku memarkir sepeda motor di salah satu mini market dekat China Town sekaligus menunggu temanku, Dinga, di sana. Setelah Dinga datang, kami pun segera membeli tiket masuk ke China Town. 

Ada pengecekan tiket di pintu masuk dan perlu diperhatikan bahwa tidak boleh membawa makanan dan minuman dari luar. Aku sempat terlihat membawa air mineral, jadi air mineralku diletakkan di suatu tempat dan bisa diambil lagi nanti setelah keluar dari China Town. Sistem ini mirip seperti di bioskop. 

Begitu masuk, ada ruangan untuk menyewa powerbank dari Recharge serta pengunjung bisa menyewa kostum serta jasa make up-nya. Di bagian depan, terdapat lapangan kecil yang berisi panggung dan tempat untuk menampilkan pertunjukan. Saat itu, aku datang sore hari dan disuguhkan pertunjukan Barongsai. 

Puas melihat pertunjukan Barongsai, aku dan Dinga mengitari lokasi China Town. Ternyata, China Town ini tidak begitu luas. Cukup berupa suatu tempat yang dapat dikelilingi dalam waktu singkat. Hanya saja, banyak ruangan-ruangan dengan dekorasi unik serta dihiasi ornamen chinese sehingga cocok untuk berfoto ria. Selain itu, ada pula barang-barang antik yang dipajang, seperti telefon zaman dahulu, televisi zaman dahulu, hingga motor antik.



Kemudian, sampailah kami di bagian yang terdapat bilik-bilik ruangan dengan dekorasi instagrammable. Ruangan ini tidak begitu luas. Di dalamnya berisi cermin dan dekorasi bermacam-macam. Saat itu, untungnya tidak begitu padat pengunjung, jadi aku dan Dinga tidak perlu mengantri lama jika ingin masuk dan mengambil foto di bilik ini. Berfoto di tempat ini gratis, namun harap tidak terlalu lama, ya, karena harus bergantian dengan pengunjung lain. Sebelum masuk bilik foto perhatikan terlebih dahulu peringatan di sekitar bilik foto apakah memperbolehkan memakai alas kaki atau tidak karena beberapa bilik foto memperbolehkan menggunakan alas kaki dan beberapa tidak memperbolehkan.



Bilik foto yang begitu kecil membuat kami berusaha mengambil foto dari sudut-sudut tertentu agar terlihat maksimal. Kami juga bergantian masuk dan foto di dalam. Ketika seorang dari kami masuk, maka satunya lagi menahan pintu dari luar supaya tetap tertutup.



Menjelang maghrib, lampion-lampion dinyalakan. Pengunjung dapat duduk bersantai sambil menikmati makanan dan minuman yang dapat dibeli di food court yang telah tersedia. Makanan dan minuman yang dijual beragam tapi tentunya masih menunjukkan identitas China Town sendiri, seperti Wedang Ronde, Dimsum, dan sebagainya.





Secara keseluruhan, objek paling menarik di tempat ini adalah ruangan dan bilik foto. Teman-teman bisa membawa kamera untuk memperoleh hasil foto yang lebih bagus. Namun, saran dariku cukup gunakan kamera handphone dengan resolusi tinggi ketika di dalam bilik foto. Hal ini supaya teman-teman lebih fleksibel dan mudah mengubah-ubah posisi kamera ketika di dalam bilik foto.

Kalau teman-teman bertanya apakah aku akan ke tempat ini lagi? Menurutku tidak kecuali ada suatu momen penting yang mengharuskan aku ke tempat ini. Tempat ini bagus untuk menjadi objek foto saja dan masalah kuliner aku lebih memilih di kawasan Sudirman Street atau tempat yang lain. China Town cukup menjadi tambahan pengalaman jalan-jalanku di Bandung.

* * *

Place: China Town, Bandung
Location: Jalan Kelenteng No. 41, Ciroyom Kec. Andir,
Kota Bandung (available on Google Maps)
Price range: IDR 10K - 150K
Entrance ticket: Rp25.000,-
Rate: 5/10

Comments

back to top