Kota Tua dan Ragusa


Februari 2020, aku menyempatkan diri untuk mengunjungi Jakarta. Saat itu, ada banyak libur di hari setelah Ujian Tengah Semester (UTS) sehingga aku bisa mengisi hari kosong dengan pergi ke kota terdekat sekaligus menyegarkan diri sehabis ujian. 

Aku pergi ke Kota Tua menggunakan KRL dari kawasan Masjid Istiqlal tepatnya setelah puas menikmati es krim Ragusa. Aku cukup membayar Rp3.000,- (tambahan Rp10.000,- sebagai jaminan jika kartu KRL hilang) dan sampai di Kota Tua sekitar jam 14.30. 

Suasana Kota Tua tidak begitu ramai ketika aku sampai. Namun, ketika jam menunjukkan pukul empat sore, orang-orang mulai banyak berdatangan. Aku duduk di sudut Kota Tua untuk memerhatikan betapa pikuknya kawasan wisata ini. 

Ketika aku mencoba untuk mengambil beberapa gambar, aku melihat segerombolan ibu-ibu yang sedang menyewa jasa fotografer untuk foto bersama burung dara yang berterbangan. Aku baru tahu ada bisnis unik semacam ini. Aku bilang bisnis ini unik karena jasa fotografer menyediakan burung dara untuk memperindah hasil foto. 



Hari mulai sore dan aku sedikit menyesal ketika tidak mencoba mengunjungi Museum Wayang karena sudah tutup. Apalagi begitu aku melihat postingan Instagram Maudy Ayunda yang ternyata desain interior Museum Wayang sangat instagrammable. 


Setelah puas mengelilingi Kota Tua, aku pun kembali ke Ragusa untuk menemani saudaraku yang penasaran dengan Ragusa. Tahun lalu, aku begitu penasaran dengan Ragusa karena menonton food vlogger Nex Carlos hingga akhirnya banyak youtuber lain yang datang dan me-review es krim Ragusa. Maka dari itu, senang sekali rasanya ketika hari itu aku bisa dua kali mengunjungi Ragusa. 


Sekilas tentang Ragusa Es Italia, toko yang menjual es krim ini sudah berdiri sejak tahun 1932 dan bertahan hingga sekarang. Interior toko masih seperti zaman dahulu dilihat dari hiasan dinding dan kursi-kursinya. Hanya ada beberapa menu yang disediakan namun es krim di sini memiliki rasa yang legendaris. 



Aku memesan menu best seller Ragusa yakni Spaghetti Ice Cream seharga Rp35.000,- Hanya menunggu selama sekitar limat menit, es krim sudah bisa dinikmati. Bentuknya serupa spaghetti, manisnya pas, dilumuri cokelat cair, taburan kacang dan semacam buah kering berwarna-warni. 


Bagi penyuka es krim sepertiku, Ragusa bisa menjadi rekomendasi tempat untuk mencicipi es krim legendaris. Selain karena rasanya yang enak, penyajian pesanan sangat cepat meskipun di saat toko ramai dan pelayanannya sangat ramah.
Jakarta, Indonesia

Comments

back to top