Ranca Upas, Ciwidey, Bandung


Wishlist jalan-jalan aku selain Farm House akhirnya tercapai! Iya, wishlist aku adalah main ke Ranca Upas. Dan iya, aku tau ini telat banget untuk diceritakan oleh anak semester tujuh karena rata-rata temen aku udah main ke Ranca Upas waktu jadi mahasiswa baru (maba). Nggak papa, mau main ke Ranca Upas waktu masih maba kek, pas udah semester tujuh kek, yang penting aku udah ke Ranca Upas, hehehe.

Seperti biasa, aku udah janjian sama Niar buat ke Ranca Upas. Aku sewa motor di tempat langganan. Aku baru tau kalau Ranca Upas itu arahnya berbeda dengan jalan menuju kota. Aduh, se-baru-tau-ini aku, ya. Pas berangkat, Niar duluan yang nyetir karena dia udah sering kayanya ke daerah Ranca Upas, Ciwidey. Niar mah udah sering jalan-jalan, nggak kaya aku yang anak rumahan. Plak!

Jalan menuju Ranca Upas lumayan naik-turun, berbelok, dan berpasir. Tapi, karena Niar yang nyetir, semua hal itu bisa dilalui dengan mudah. Alay banget bahasa aku,wkwkwk. Sekitar jam sepuluh pagi aku sampai di Ranca Upas, udara masih terasa sejuk. Kami membayar biaya parkir RP20.000,- di gerbang masuk. Sesampainya di tempat parkir, aku ngaca dulu karena aku melihat ada toilet dan cermin. Nggak penting. Next.

Ranca Upas merupakan salah satu tempat wisata alam terbuka di Bandung. Letaknya berdekatan dengan Ciwidey dan beberapa tempat wisata lainnya. Ranca Upas biasa dijadikan tempat camping karena pemandangan pagi hari sangat indah di sini.

Penangkaran rusa merupakan tempat ikonik dari Ranca Upas. Dari dulu, aku sebenernya pingin banget ke sini karena mau bermain sama rusa. Liburan paling asyik memang liburan ke alam terbuka sekaligus bisa bermain dengan hewan-hewan lucu. Nggak perlu bayar tiket masuk ke Penangkaran Rusa tapi kalau mau memberi makan rusa bisa membeli wortel dan sayuran yang disediakan di pintu masuk Penangkaran Rusa dengan harga Rp10.000,-.

Penangkaran Rusa ini memperbolehkan pengunjung berinteraksi langsung dengan rusa. Pengunjung bisa mengelus rusa, memberi makan, dan foto bersama rusa. Bahkan ketika aku ke sini, ada yang sempat photoshoot juga. Niat banget.

Aku dan Niar mengambil beberapa foto bersama rusa. Kita merasa agak susah untuk foto bersama rusa sesuai dengan pose yang kita inginkan karena rata-rata rusa langsung duduk begitu kita hampiri, seperti sedang ingin beristirahat ketika hari mulai panas. Rusa baru mau berpose bagus ketika kita kasih makan wortel atau sayuran.



Impresi pertama aku ketika mengelus rusa adalah bulunya kasar seperti sapu ijuk. Sebagian rusa memiliki tanduk tinggi dan sebagian lagi bertanduk pendek. Hati-hati ketika ingin mengambil foto karena banyak 'ranjau darat' di tempat seperti ini (kotoran rusa).




Setelah puas bermain di Penangkaran Rusa, aku dan Niar pun beristirahat dengan membeli jajanan yang ada di area parkir. Aku beli bakso goreng (basreng) dan Niar membeli bakmie. Ada baiknya  kita bertanya terlebih dahulu harga jajanan yang akan kita beli karena aku cukup kaget basreng yang aku beli harganya Rp15.000,-. Porsi basreng yang aku beli setara dengan basreng seharga Rp7.000,- sampai Rp10.000,- di dekat kampus. Tapi, nggak masalah karena aku udah laper, hehehe.

Merasa kurang puas main di Penangkaran Rusa saja, Niar pun menawarkan untuk pergi ke Kebun Teh. Awalnya aku berfikir, "Aduh, ngapain ya di kebun teh?" karena aku ngerasa kebun teh ya perkebunan teh hanya untuk dilihat. Tapi, begitu udah sampai perkebunannya.... Aduh, aku ga lupa deh rasa terkesima aku kaya orang kota pergi ke desa menghirup udara paling sejuk number one.


Itu yang tadinya di Ranca Upas aku mulai merasa panas, ketika sampai di perkebunan teh adem pisan. Pemandangannya cuy... Aku lihat ada gunung biru dan hamparan dauh teh hijau sejauh mata memandang.

Niar pun memarkir motor untuk memasuki kebun teh. Aku kaget di tempat kaya gini ada tukang parkir. Tapi gapapa, semoga dijagain dan dibantuin pindah motor sama bapaknya.

Aku mulai suka tempat ini. Sejuk, tenang, damai. Cocok untuk melepas penat. Sejauh mata memandang aku melihat daun-daun teh hijau dan langit biru disisipi awan putih. Aku berasa ada di bawah terpal berbentuk langit.


Terima kasih, Niar udah mau jadi partner jalan-jalan dan ngajakin ke Perkebunan Teh. Semoga kita bisa jalan-jalan ke tempat indah lainnya besok-besok.

(.40)
09/04/2020

*This article was formerly posted in sugarush

Comments

back to top