Company Visit: Kompas Gramedia Jakarta

Kamis, 18 September 2018

Melanjutkan perjalanan dari Kumparan, kami selanjutnya menuju kantor Kompas Gramedia yang masih di sekitaran Slipi, Jakarta. Awalnya kita agak bingung karena ngikutin maps sampainya di Gramedia. Ternyata kantor Kompasnya agak di belakang.

Sesampainya di kantor Kompas, kami solat Ashar dulu di masjid sekitar. Lalu, kami dibimbing Kak Rizky untuk menuju kantor Kompas. Oh iya, bangunan kantor Kompas ini tinggi, moderen, mirip kantornya Tony Stark. Mmm...Nggak juga, hehe.
Kompas Gramedia, Slipi
Sebelum ke tempat yang dituju, kami harus daftar dulu di helpdesk supaya dapat kartu visitor. Setelah mendapat kartu visitor, kami diajak ke lantai berapa gitu aku lupa. Sesampainya di tempat yang dituju, ada perbedaan antara kantor Kumparan dan Kompas.
Kartu visitor
Pemandangan dari dalam gedung
Kalau di Kumparan tata letak mejanya agak fleksibel, lebih ke per baris gitu mejanya. Kalau di Kompas, mejanya disesuaikan seperti meja satu team dan ada sekat-sekatnya. Terus ada nama-nama yang tergantung di langit-langit ruangan. Kalau pernah lihat film Slamdog Millionare, dimana tokoh utama, Jamal, menjawab bagaimana dia tahu Cambridge Circus yakni dari tempat dulu ia bekerja yang kantornya memiliki bagian-bagian yang diberi nama kota, nah, mirip seperti itu. Di sini ada nama-nama di tiap satu bagian tertentu.
Slamdog Millionare
Slamdog Millionare
Ruang kerja Kompas
Lalu, kami memasuki ruang pertemuan dan mendengarkan presentasi tentang kebutuhan jurnalistik selain informasi dan berita. Apaan tuh? Teknologi. Iya, di zaman serba internet kaya gini, orang-orang semakin banyak yang males kalau tampilan berita sekadar tampilan plain ataupun formal. Jadi, di Kompas, tidak hanya membutuhkan sumber daya yang mampu mengolah informasi tetapi juga cakap teknologi khususnya coding.
Presentasi Kompas
Find me!
Kunjungan ke Kompas bisa dibilang sebentar karena hari mulai gelap dan akhirnya kami pamit setelah sesi tanya jawab. Namun, di pertemuan yang singkat ini, kami benar-benar mendapat banyak ilmu baik dari sisi jurnalistik dan teknologi. Jelasnya, kami paling ingat kalau Kompas adalah kantor yang lebih mengandalkan skill dibanding nilai, hehehe. Tenang, para pejuang IPK. Asah terus kemampuan coding kalian kalau bisa. IPK? Asal ngga dilupain aja. Peace!
Terima kasih teman-teman CCI dan peserta comvit lainnya!
Foto oleh: venxamayo, kyusariani

*This article was formerly posted in sugarush

Comments

back to top