Si Cepat dan Si Lambat

   Orang pintar itu yang ngerjain apa-apa cepat, langsung selesai, langsung jadi, langsung siap dikumpulin.
   Orang pintar itu yang selalu menang lomba, dapat uang cepat.
   Orang pintar itu yang nilainya bagus, Biologi 100, Kimia 100, Fisika 100.

   Itu orang pintar. Terus orang yang ngga pintar itu bagaimana?

   Orang ngga pintar itu yang ngerjain tugas lama, nulis lama, ngumpulin terkahir.
   Orang ngga pintar itu yang lomba aja ngga menang-menang, dapat uangnya juga belum tentu.
   Orang ngga pintar itu ya itutuh yang sering remedi, yang nilainya dibawah KKM.

   Tapi, apa iya semua asumsi itu selalu benar?
   Jawabannya: ENGGAK.

   Ada tuh orang ngerjain apa-apa cepat, tapi engga rapih. Cepatnya engga profesional. Asal jadi aja. Tanpa embel-embel pintar pun bisa lakuin hal begitu. Kayanya ngerjain apa-apa langsung selesai, langsung jadi, langsung siap kumpulin, eh di ternyata tinggal copas aja. Di sisi lain, ada yang ngerjain apa-apa cepat, langsung jadi, langsung siap kumpulin karena prinsipnya waktu 24 jam harusnya banyak yang bisa dilakukan.
   Ada tuh orang selalu menang lomba, dapat uangnya juga cepat tapi siapa yang bisa jamin dia kedepannya bisa dapat pekerjaan yang dia mau. Di sisi lain, ada orang selalu menang lomba sebagai bentuk pembalasan kegagalan-kegagalan terdahulunya, fokus terhadap hal yang ia suka, dapat pekerjaan yang sesuai hobi. 
    Ada tuh orang yang nilainya bagus, ranking paralel dari SD sampai SMA, kuliah tapi engga di jurusan yang dia mau, bukan di universitas yang dia inginkan. Pekerjaan bukan pekerjaan yang cocok dengan pemenuhan batinnya, makan ati sana sini. Di sisi lain, ada yang ranking paralel dari SD sampai SMA, pekerjaan sederhana, bahkan di rumah aja ngurus anak, tapi hidupnya happy and enjoy living.
   Ada orang ngerjain tugas lama, tapi hasilnya di atas ekspektasi. Nulisnya lama banget, ngumpulin paling terakhir, nilainya 99/100. Di sisi lain, ada ngerjain tugas lama, karena tugas bisa dikerjain nanti-nati aja. Nulis lama, bingung mau nulis apa, ngumpulin terakhir.  Hasil seadanya syukur.
   Jarang menang lomba sana-sini, tapi disempatkan mengajar ilmu kepada siapa saja, eh tiba-tiba dapat beasiswa ke luar negeri full. Di sisi lain, jarang menang lomba sana-sini, pesimis, udah ah stop.
   Ada juga tuh sering remedi, nilainya merah melulu, lah tiba-tiba penghasilannya udah di atas pegawai negeri aja. Biaya travelling keliling dunia dibayar agensi. Enak banget bos. Like, how?
   
  Mengerjakan sesuatu dengan cepat itu memang ada baiknya, lebih efisien dan efektif. Mengerjakan sesuatu dengan lambat juga ada baiknya, kita bisa menjadi lebih santai dan punya waktu panjang.

  Antara pintar dan engga pintar, hasilnya adalah asumsi masing-masing. Karena masing-masing orang sudah punya timeline tersendiri. Punya zona waktu pencapaiannya sendiri. Seperti jam 00.00 di Greenwich dan jam 07.00 di Indonesia. Bukan satu lebih lambat dan satu lebih cepat. Sudah ada waktunya sendiri-sendiri.



   "Ngga ada yang salah dalam belajar. Yang salah itu Anda cuma komen hidup orang doang. Merasa cukup dengan ilmu yang terus disuapin di kelas, tanpa mau mengeksplor lagi dan berinovasi."

Comments

back to top