Dilan: Dia Adalah Dilanku tahun 1990 - Pidi Baiq

 Assalamualaikum ;)
Postingan kali ini dan dua posting lagi yang coming soon aku akan mereview tentang novel baper para remaja zaman now! Novel ini diangkat ke layar lebar pada tanggal 25 Januari 2018 . So, untuk yang belum pernah baca novelnya dan pingin langsung nonton filmnya, mending kalian baca-baca aja dulu sedikit review di post ini ;)

Cover bagian depan. Format soft cover.

  Dilan: Dia Adalah Dilanku tahun 1990
Penulis: Pidi Baiq
Genre: Romance
Penerbit: Pastel Books
Tahun terbit: 2016 (Edisi Revisi, Cet. VIII)
Jumlah halaman: 348 halaman
ISBN: 978-602-7870-86-4
Harga: Rp55.200,00 (bukabuku.com) - Rp69.000,00 (Gramedia

Sinopsis:
"Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja."
(Dilan 1990)
"Milea, jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, nanti, besoknya, orang itu akan hilang."
(Dilan 1990)
"Cinta sejati adalah kenyamanan, kepercayaan dan dukungan. Kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli."
(Milea 1990)


Bagian belakang novel.


  
Novel ini berisi tentang romansa di masa SMA. Pada Dilan 1990 , dikisahkan bahwa seorang cewek bernama Milea menceritakan tentang seorang cowok yang menaksirnya, bernama Dilan. Milea adalah siswi Jakarta yang kemudian pindah bersekolah ke salah satu SMA di Bandung karena mengikuti ayahnya yang bertugas. Dilan adalah putra dari Ayah yang berprofesi sebagai polisi dan Ibunya adalah kepala sekolah. Di sekolah, Dilan seringkali berulah. Ia juga memiliki geng motor bersama dengan teman-temannya. 

Tidak seperti cowok lain, Dilan memiliki gaya tersendiri untuk mendekati Milea. Padahal saat baru pindah, Milea sudah memiliki pacar di Jakarta. Ia suka sekali berpuisi (atau disebut ngegombal?) untuk Milea bahkan sampai melakukan hal tak terduga seperti menitipkan surat pada asisten rumah tangga Milea. 

Pidi Baiq memberikan latar cerita tentang Bandung tahun 90-an. Ketika Bandung masih banyak pepohonan dan belum berjamur pusat perbelanjaan. Komunikasi yang terjalin pun adalah komunikasi langsung, melalui surat, ataupun lewat telepon rumah. Belum ada handphone dan media sosial saat itu. Suasana romansa yang diciptakan benar-benar era 90-an. 

Oh ya, banyak pembaca yang penasaran apakah cerita ini kisah nyata atau hanya fiksi. Tapi, Pidi Baiq pernah berinteraksi dengan seseorang bernama Milea Adnan Husein di Twitter. Foto-foto Milea pun juga tersebar di internet. Hm... Entahalah. Kalau memang kisah nyata, unik sekali untuk dijalani.

Terdapat ilustrasi di dalam novel.

Salah satu bab dalam novel.

Kelebihan:

  1. Kata-kata yang digunakan pada novel ini lumayan puitis dan terkesan unik, jenaka. Bahasa dalam puisinya nggak terlalu berat atau terlalu bermuatan sastra. Gampang dimengerti namun juga bermakna dalam. 
  2. Ilustrasi yang digambarkan pun disesuaikan dengan raanah pembaca remaja, jadi tidak terlalu kenak-kenakan ataupun terlalu dewasa.

Kekurangan:

1. Ada percakapan yang terkadang membingungkan. Mungkin karena percakapannya begitu intensif, sehingga tidak ada kalimat keterangan sebelum percakapan, langsung percakapan saja. Contoh:
"Kamu mau ke mana?"
"Ke kantin."
Jadi, aku agak bingung ini yang ngomong siapa dan yang membalasnya siapa. But, overall I enjoyed reading this book!

Sekian review tentang novel Dilan 1990 . Keep reading on this blog. Wassalamualaikum ;)
  

Comments

back to top