Penulis: Spencer Johnson, M.D.
Genre: Self-Improvement
Penerbit: G. P. Putnam’s Sons
Tahun terbit: 2002
Jumlah halaman: 94 halaman
🌟 Opening 🌟
Buku ini diawali dengan cerita sebuah perjamuan yang didatangi oleh suatu kelompok teman sekolah. Mereka bertemu ketika sudah menjalani karir masing-masing. Dalam perjamuan ini, mereka mendiskusikan tentang ‘Perubahan’ dan ‘Goal’ dalam hidup, yang mana dianalogikan sebagai ‘keju’. Kemudian, cerita berlanjut dengan kisah antara Mice dan Littlepeople dalam mendapatkan keju di hidup mereka.
Perjamuan dilanjutkan dengan diskusi bagaimana orang-orang yang mereka temui di organisasi ada yang memiliki sikap seperti Scuff, Scurry, Hem, dan Haw. Lalu, bagaimana mereka menghadapi perubahan hingga berdampak pada kehidupan dan kesuksesan mereka.
📖 Isi Buku 📖
Spoiler alert‼️ Di bagian ini aku tuliskan apa yang sepenuhnya menjadi bacaan utama.
Ada empat karakter di buku ini, yaitu Mice dan Littlepeople. Mice bernama Scuff dan Scurry, sedangkan Littlepeople bernama Haw dan Hem.
Suatu hari, Mice dan Littlepeople memasuki labirin untuk menemukan keju. Keju ini diharapkan bisa membuat hidup mereka lebih baik dan bahagia. Baik Mice dan Littlepeople menyiapkan perlengkapan seperti sepatu, pakaian olahraga, dan alat lainnya.
Begitu sampai di labirin, Scuff dan Scurry secara rutin menelusuri beberapa jalur untuk menemukan keju. Mereka bangun pagi, mencari satu jalur dan jalur lainnya setiap hari. Haw dan Hem mengamati para Mice, kemudian mengikuti cara mereka untuk menemukan keju. Para Mice menemukan keju lebih dulu di Stasiun C. Tak lama kemudian, Littlepeople menyusul. Littlepeople senang karena sudah mendapatkan ‘keju’ mereka di Stasiun C. Keju yang sangat besar sehingga bisa mengisi perut Littlepeople hingga kenyang.
Saking banyaknya keju di Stasiun C, Hem dan Haw bisa membagikan keju-keju itu ke tetangga mereka. Karena merasa Stasiun C sudah memenuhi kebutuhan, Hem dan Haw pun membangun rumah di dekat Stasiun C. Setiap hari, mereka bisa dengan mudah mengambil keju, tidak perlu memutari labirin seperti sebelumnya. Haw menuslikan pada dinding rumahnya,
“Having Cheese Makes You Happy.”
Di sisi lain, Scuff dan Scurry tetap pada rutinitas mereka: Bangun pagi, menyiapkan perlengkapan olahraga, dan berjalan menuju Stasiun C untuk mengambil keju. Hingga pada suatu hari, Scuff dan Scurry menyadari ada yang berubah dari keju-keju di Stasiun C. Mereka melihat keju di Stasiun C semakin kecil dan aromanya mulai berubah. Scuff dan Scurry pun berdiskusi untuk mencari tempat lain yang bisa menyediakan keju sebaik Stasiun C.
Sedangkan, Hem dan Haw yang terlena dengan banyaknya keju di Stasiun C, masih belum menyadari apapun. Setiap bangun tidur, mereka menikmati keju yang ada di sebelah rumahnya dan memakannya hingga kenyang. Scuff dan Scurry sepakat meninggalkan Stasiun C dan bertekad untuk menemukan keju di tempat lain. Hem dan Haw masih belum menyadari kenapa Mice meninggalkan Stasiun C. Mereka hanya tahu jika Mice pergi, maka keju yang mereka dapatkan akan lebih banyak.
Setelah sekian waktu mengambil keju tanpa kehadiran Mice, Haw menyadari bahwa keju di Stasiun C semakin sedikit. Haw mengutarakan kejadian ini kepada Hem. Hem hanya meminta Haw untuk bersyukur dan hidup dengan apa yang mereka miliki sekarang. Hingga pada akhirnya, di suatu pagi, mereka bangun dan mendapati tidak ada keju di Stasiun C. Hem berteriak frustasi mengapa tidak ada keju? Hem dan Haw pun melewati hari itu dengan rasa lapar.
Esoknya, Hem dan Haw bersiap ke Stasiun C lagi untuk mencari keju. Mereka berharap masih ada keju di sana. Sebelum keluar, Haw menuliskan:
“The More Important Your Cheese Is To You, The More You Want To Hold On It.”
Tetap tidak ada keju di Stasiun C. Haw pun sadar bahwa Scuff dan Scurry mengetahui ada hal yang berubah dari keju-keju di Stasiun C. Itulah mengapa mereka pergi dari stasiun ini. Haw pun mengajak Hem untuk mengikuti Mice, ke luar dari Stasiun C dan mencari keju baru. Namun, Hem menolak. Ia takut di tempat lain kejunya tidak sebesar yang mereka dapatkan seperti di Stasiun C. Ia takut mengulang pencarian jalan di labirin dan mereka menderita lagi seperti dulu. Haw hanya tertawa dan mengiyakan apa yang dikatakan Hem.
Makin hari, Hem dan Haw semakin kelaparan. Haw pun akhirnya memutuskan untuk memutari labirin sendirian, berharap ia akan menemukan keju baru. Walau sering ia pulang dengan tangan kosong karena mendapati stasiun lain kejunya sudah habis. Haw berfikir, “Coba saja dulu aku memahami perubahan keju-keju di sini seperti para Mice. Walau harus bersusah payah mencari jalan baru lagi, setidaknya aku sudah menemukan keju di tempat lain.”
Hem tetap dengan rasa takutnya. Ia takut jika di tempat lain tidak senyaman di tempat sekarang. Jadi, ia hanya berdiam diri di rumah dengan rasa laparnya. Haw berkata pada Hem, “Hem, banyak hal berubah dan tidak akan sama lagi. Itulah hidup! Hidup terus berjalan. Dan begitu juga kita.” Haw pun pergi meninggalkan rumah untuk menemukan keju yang baru. Walau mengalami banyak kegagalan dalam menemukan keju, Hem merasakan adventure yang sama seperti sebelum menemukan Stasiun C. Ia lebih bahagia karena tubuhnya banyak bergerak seperti dulu. Ia memiliki mimpi yang sama seperti dulu.
Noticing Small Changes Early, Helps You Adapt To The Bigger Changes That Are To Come.
Scuff dan Scurry telah menemukan tempat baru di luar labirin yang menyediakan cukup keju. Haw menemukan tempat baru bernama Stasiun N. Walaupun Stasiun N memiliki keju yang bisa memenuhi kebutuhan hariannya, Haw tetap mengeceknya setiap pagi dan mencari tempat lain untuk berjaga-jaga jika suatu saat keju di Stasiun N akan habis seperti di Stasiun C dulu.
Akhir kisah, Haw mendengar suara kencang dari luar labirin dan langkah seseorang mendekat. Apakah itu Hem? Haw berdoa semoga di manapun Hem berada, ia bisa menemukan kejunya.
🌟 Review Buku 🌟
Buku ini merupakan hadiah dari teman kantor (thanks to Mas Rifqi). Bukunya berbahasa Inggris, tipis hanya 94 halaman, dan kontennya ringkas. Bahasa yang digunakan sangat ringan, bukan tipe Bahasa Inggris yang arti atau maknanya harus banyak dicari di kamus. Menurutku, sebagai seorang pertengahan umur 20 mendekati 30 tahun, buku ini cukup helpful untuk memberi semangat dan meng-"gapapa"-in diri sendiri di kehidupan yang rasanya orang lain sudah penuh pencapaian, sedangkan aku belum.
Aku suka pemilihan kata "keju" 🧀 sebagai analogi "pencapaian". Walau sebenernya ini bukan tentang "keju", namun juga sikap kita terhadap perubahan. Di kehidupan, kadang kita menginginkan sesuatu, tapi ada faktor-faktor lain yang membuat kita nggak mendapatkan apa yang kita inginkan. Nah, buku ini seolah bisikin, "Nggak papa kalau kamu belum dapat apa yang kamu inginkan. Yang penting jalan terus ya!"
Mau kita sudah mendapatkan keju atau belum atau tidak, sejatinya kita tetap harus berjalan. Hidup terus berjalan dan kita nggak bisa diam di satu tempat saja. Bisa aja kita udah dapat pekerjaan yang kita inginkan, tapi di dalam pekerjaan itu kita mendapat tantangan yang mengharuskan kita untuk belajar lagi. Mau nggak mau, kita harus tetap mengahadapinya supaya nggak tertinggal dengan kolega lain.
Atau semisal, kita bangun bisnis dengan impian produk kita dikenal di Kota A. Oke, setelah produk kita dikenal di seluruh Kota A, kita harus bergerak lagi kan supaya cashflow-nya berjalan sesuai rencana.
Kemudian, gimana kalo kita "belum" mendapat keju yang kita inginkan? Gimana kalo ternyata kita mendapat kerjaan yang bukan kita inginkan? Atau ternyata produk kita sudah berjalan selama 3 tahun dan tetap belum dikenal di Kota A?
Jawabannya balik lagi, "Teruslah berjalan dan lihat peluang." Jika kejunya berubah, move with the new cheese and enjoy it!
Jika kita belum mendapat atau bahkan tidak bekerja sesuai dengan yang kita inginkan, kita bisa memilih antara bertahan dan mencari hal-hal yang bisa membuat kita nyaman dalam pekerjaan, atau mencari pekerjaan baru yang sesuai dengan bakat dan minat.
Jika produk kita belum dikenal di Kota A, kita bisa membuat rencana baru. Mungkin teknik marketing yang disesuaikan dengan demografi Kota A atau membuat prototype produk baru.
Ini seperti pengalamanku saat SMA dulu. Aku tidak bersekolah di SMA impianku. Aku merasa kurang bisa beradaptasi dengan baik sampai ketika tahun kedua, aku bilang ke orangtua kalau aku ingin pindah sekolah. Namun, orangtua dan beberapa teman dekatku meyakinkan bahwa aku bisa mengikuti pelajaran di sekolah tanpa memperdulikan hal yang membuatku kurang nyaman. Jadi, aku pun memotivasi diriku untuk tetap berangkat sekolah. Jika tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik, setidaknya aku bisa bertemu teman-temanku dan bertanya kepada mereka. Jika aku tidak menyukai salah satu hari di sekolah, aku akan menghadiahkan diri sendiri untuk membeli makanan enak setelah pulang sekolah. Untungnya, aku bisa mengikuti kehidupan SMA hingga lulus tanpa perlu pindah sekolah.
Setelah lulus, aku malah bersyukur karena kesulitan adaptasi saat SMA menjadi pelajaran berharga saat aku kuliah. Aku jadi bisa memiliki banyak teman dan mengikuti pelajaran dengan baik di perkuliahan. Ditambah, aku menjadi suka berolahraga karena aku bersekolah di SMA yang memiliki prestasi di bidang olahraga dan non-akademis (tari, musik).
Aku tidak mendapatkan "keju" yang kumau, tapi aku mendapatkan "keju" lain yang lebih enak.
📝 Pesan Moral 📝
Selesai membaca buku ini, ada beberapa pesan yang bisa kupelajari:
- Banyak hal berubah, karena itu kita juga perlu berubah untuk bertahan hidup
- Perubahan memang tidak nyaman. Tapi, percayalah jika perubahan itu menuntun kita untuk mendapatkan suatu hal yang lebih baik
- Tidak semua mimpi bisa kita capai, namun kita bisa mengubahnya menjadi mimpi yang baru. Seperti kisah Becky dan anaknya. Becky memiliki seorang anak yang merupakan atlet renang terkenal di SMA-nya. Namun, suatu hari, mereka harus pindah dari Illinois ke Vermont karena suaminya dipindah kerja. Anak Becky sangat marah karena di Vermont tidak ada klub renang. Namun, pada akhirnya, anak Becky mencintai pegunungan di Vermont, bermain ski dengan teman-temannya dan sekarang hidup bahagia di Colorado.
- Bersikaplah seperti Mice, yang peka akan perubahan dan bersifat proaktif terhadap perubahan tersebut. Namun, jika tidak bisa seperti Mice, bersikaplah seperti Haw. Kamu boleh gagal, namun jangan menyerah. Ciptakan mimpi baru dari setiap mimpimu yang runtuh
More about this book...
Favorite Quotes
- Have you noticed how we don’t want to change when things change? (Hal. 21)
- If you don’t change, you become extinct. (Hal. 46)
- Better late than never. (Hal. 49)
- Smell the cheese often, so you know when it is getting old. (Hal. 52)
- Change could surprise you only if you didn’t expect it and weren’t looking for it. (Hal. 63)
- Old beliefs do not lead you to new cheese. (Hal. 64)
- Move with the new cheese and enjoy it! (Hal. 76)
- A change imposed is a change opposed. (Hal. 91)
- Do most people say the change is a great idea or bad idea? | A bad idea. | Why? | Because people want things to stay the same and they think the change will be bad for them. When one person says the change is a bad idea, others say the same. (Hal. 92 - 93)
More Quotes from Haw (Hal. 74)
- Change happens. They keep moving the cheese.
- Anticipate change. Get ready for the cheese to move.
- Monitor change. Smell the cheese often so you know when it is getting old.
- Adapt to change quickly. The quicker you let go of old cheese, the sooner you can enjoy new cheese.
- Change. Move with the cheese.
- Enjoy change! Savor the adventure and enjoy the taste of new cheese!
- Be ready to change quickly and enjoy it again and again. They keep moving the cheese
🌟🌟🌟
Overall, buku ini cocok dibaca ketika kamu sedang dalam kebingungan atau down. Kalimatnya mudah dipahami, alur ceritanya ringan, bikin kita berhenti di suatu kalimat dan bergumam, "Eh, ini kaya kondisi aku sekarang nih.." Bukan tipe buku motivasi yang menggurui dan membuat kamu merasa dihakimi. Cuma 94 halaman, jadi ngga perlu banyak waktu untuk menyelsaikan isi buku.

Comments
Post a Comment