Seseorang di Bus

  Waktu itu saya perjalanan dari Bungurasih ke kampung halaman saya. Saya duduk di antara 2 orang, sebelah kiri saya bujang, sebelah kanan saya bapak-bapak, entah umur berapa. Bapak di sebelah kanan saya turun duluan di Bangil. Lalu, bujang sebelah kiri saya mulai membuka percakapan. Mungkin ia heran melihat barang bawaan saya yang banyak dan kelihatannya riweuh, tapi tidak tahu juga, hehehe.
  "Kuliah, dek?"tanyanya. "Iya. Kalau mas?"tanya saya balik. "Saya sudah kerja. Ini baru balik,"jawabnya. Terus beliau cerita katanya jarang pulang kampung karena tugas. Beliau bahkan hampir selalu ditugaskan di daerah konflik. Katanya sih baru-baru ini ditugaskan di Gaza, Palestina. Sebelumnya pernah di Irian Jaya. "Kalau di daerah konflik kaya gitu, transportasi untuk sampai ke sana gimana, Mas?"tanya saya heran. Saya juga sambil mikir-mikir sih saat berbicara dengan beliau. "Ya naik pesawat. Turunnya pakai tali. Seperti di film-film,"jawabnya. "Wow, kaya di The Raid dong,"respon saya.
  "Baru-baru ini yang lagi 'panas' tentang Aleppo itu ya,"kata saya. "Iya, itu mirip-mirip Gaza. Bom di mana-mana,"katanya. "Dekat Gaza, Mas?"tanya saya. "Wah, dekat itu. Makanya dijadikan sasaran juga,"jawabnya.
  Beliau kemudian turun duluan. Saya cari di internet peta Aleppo dan Gaza. Ternyata jauh. Ya sama-sama daerah konflik, tapi jauh. Yaudah, saya sih ga langsung percaya sama perkataan beliau tadi, hehe.

Comments

back to top